Harga Jasa Pembasmi Tikus di Cisaranten Wetan Bandung

[pgp_title]

HP: 0813134444221 Harga Jasa Pembasmi Tikus di Cisaranten Wetan Bandung, Pest Control di Bandung melayani Jasa Anti Rayap , Jasa Semprot Nyamuk Jasa Anti Rayap Pasca Konstruksi , Jasa Pembasmi Kutu Busuk , Jasa Pembasmi Tawon Ndas , Jasa Pembasmi Kecoa di Apartement dan Jasa Pengendalian Hama lainnya di Beberapa Kota Besar di Indonesia Seperti Batam, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Solo, Jogja, Semarang, Cirebon dll.

 Harga Jasa Pembasmi Tikus di Cisaranten Wetan Bandung

Tikus adalah Binatang yang termasuk kepada suku Muridae . Spesies tikus yang paling dikenal adalah mencit (Mus spp.) serta tikus got (Rattus norvegicus ) yang ditemukan hampir di setiap negara. Tikus merupakan hama yang membuat kerugian untuk kehidupan manusia baik di lingkungan perumahan maupun industri.

Pertumbuhan tikus sangat cepat, umur 1,5 – 5 bulan sudah dapat berkembangbiak, setelah hamil 21 hari, setiap ekor dapat melahirkan 6-8 ekor anak, 21 hari kemudian pisah dari induknya dan setiap tahun seekor tikus dapat melahirkan 4 kali

Jenis tikus yang paling sering menyerang perumahan :

1.Tikus got , tikus coklat , tikus rumah besar atau tikus laboratorium (Rattus norvegicus ) adalah salah satu spesies tikus yang paling umum dijumpai di perkotaan.

2.Tikus rumah (Rattus rattus ) adalah hewan pengerat biasa yang sering ditemukan di rumah-rumah dengan ekor yang panjang dan pandai memanjat serta melompat. Tikus ini termasuk dalam subsuku Murinae dan berasal dari Asia. Namun demikian, ia lalu menyebar ke Eropa melalui perdagangan sejak awal penanggalan modern dan betul-betul menyebar pada abad ke-6. Selanjutnya ia menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Tikus rumah pada masa kini banyak tersebar di daerah yang lebih hangat karena di daerah dingin kalah bersaing dengan tikus got. Tidak seperti saingannya, tikus got, tikus rumah adalah perenang yang buruk dan bangkainya sering ditemukan di sumur-sumur. Namun demikian, ia lebih gesit dan pemanjat ulung, bahkan berani “terbang”. Warnanya biasanya hitam atau coklat terang, tetapi sekarang ada yang dibiakkan dengan warna putih atau loreng. Ukurannya biasanya 15-20 cm dengan ekor ± 20cm. Hewan ini nokturnal dan pemakan segala, namun menyukai bulir-bulir. Betinanya mampu melahirkan kapan saja, dengan anak 3-10 ekor/kelahiran. Umurnya mencapai 2-3 tahun dan menyukai hidup berkelompok.

3.Mencit (Mus musculus ) adalah anggota Muridae (tikus-tikusan) yang ukurannya kecil. Mencit mudah dijumpai di rumah-rumah dan dikenal sebagai binatang pengganggu karena kebiasaannya menggigiti mebel dan barang-barang kecil lainnya, serta membuat sarang di sudut-sudut lemari. Hewan ini diduga sebagai mamalia terbanyak kedua di dunia, setelah manusia. Mencit sangat mudah beradaptasi dengan perubahan yang dibuat manusia, bahkan jumlahnya yang hidup liar di hutan barangkali lebih sedikit dibandingkan yang tinggal di perkotaan.

4.Celurut adalah hama pemakan serangga bertubuh kecil yang tampak mirip mencit/tikus kecil dan tergolong dalam familia Soricidae . Salah satu anggotanya adalah celurut rumah (Suncus murinus L.) yang biasa dijumpai berlari di sudut dinding mencari mangsa. Hama ini kerap kali dianggap sebagai tikus karena ukuran, warna rambut, serta moncongnya, sehingga dinamakan pula tikus kesturi . Sebutan lainnya adalah cecurut , (tikus) curut , cencurut , dan munggis . Pada kenyataannya celurut sangat jauh kekerabatannya dari tikus, bahkan berbeda ordo; celurut termasuk ordo Soricomorpha , bukan Rodentia (hewan pengerat). Celurut juga menjadi hewan vektor penyakit yang serupa dengan tikus dan mencit.

Beragam penyakit dari tikus yang bisa menyebar ke manusia
1.Hantavirus
Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) pertama kali ditemukan pada tahun 1993. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Penyakit ini disebarkan oleh jenis tikus rusa, tikus berkaki putih, tikus padi, dan tikus kapas.

Penyakit dari hama pengerat yang satu ini ini menular pada waktu Anda menghirup partikel dari urin, kotoran, atau air liur tikus yang ada di udara. Anda juga bisa terinfeksi jika menyentuh atau memakan sesuatu yang bersentuhan dengan sesuatu yang pernah terkena tikus. Bila Anda digigit tikus itu juga bisa menjadi salah satu cara penularan virusnya, meskipun kasus digigit tikus jarang terjadi.

Gejala awal HPS mirip dengan gejala flu. Ini bisa termasuk demam, sakit kepala, muntah, diare atau sakit perut. Sekitar 4 hingga 10 hari kemudian, orang yang terkena mungkin juga mengalami batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru-paru.

2.Hemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS)
Sama seperti hantavirus, HFRS adalah demam yang terjadi bersamaan dengan perdarahan (hemoragik) dan disertai sindrom ginjal (HFRS). HFRS termasuk penyakit seperti demam berdarah, demam berdarah epidemik, dan epidemi nephropathia. Penyebaran penyakit lewat tikus ini serupa dengan penyakit hantavirus.

Penyakit ini biasanya berkembang di dalam tubuh mulai dari 2 sampai 8 minggu setelah terkena. Gejala awal bisa ditandai dengan sakit kepala sering, nyeri punggung dan perut, demam, menggigil, mual, dan penglihatan kabur.

Terkadang, penyakit ini juga bisa ditandai dengan wajah, mata dan kulit yang berwarna agak kemerahan. Gejala parah juga bisa muncul ketika seseorang mengalami penyakit ini, yaitu tekanan darah rendah, syok akut, sampai gagal ginjal akut.

3.Penyakit pes
Penyakit ini diakibatkan oleh bakteri Yersina pestisia yang ditularkan oleh tikus dan hewan pengerat lainnya. Bakteri penyebab penyakit pes ini dibawa oleh kutu yang tertular dari hewan pengerat, sehingga kutu kemudian akan menyebarkan bakteri tersebut saat menggigit tubuh Anda.

Umumnya penyakit pes tersebar di daerah yang lingkungan padat penduduk dengan sanitasi yang tidak baik. Gejala penyakit pes yang paling sering terjadi yakni dengan adanya pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan, ketiak, atau leher.

Dalam beberapa kasus, penyakit pes bisa sampai menyerang paru-paru. Kondisi ini tentu sangat membahayakan karena bisa dengan mudah menular dari orang ke orang, melalui droplet atau tetesan air liur saat batuk. Komplikasi penyakit dari tikus ini bisa berujung pada meningitis dan bahkan kematian.

Perlu diketahui, bahwa penyakit ini bukan saja hanya disebarkan lewat hewan pengerat. Hewan seperti kelinci, anjing, kucing yang kutunya sudah terinfeksi pes bisa menjadi sumber penularan penyakit. Penularan terjadi jika Anda berkontak langsung atau tergigit oleh hewan tersebut.

4.Lymphocytic chorio-meningitis (LCM)
Lymphocytic chorio-meningitis adalah penyakit dari tikus yang disebabkan oleh virus choriomeningitis limfositik (LCMV), turunan virus Arenaviridae. LCM bisa dibawa oleh hewan pengerat yang biasanya ada di rumah-rumah.

Selain itu, virus ini juga bisa disebarkan oleh hewan pengerat peliharaan seperti hamster. Jika Anda tergigit atau terkena air liur dan air kencing hewan tersebut, maka Anda berisiko tinggi mengalami penyakit infeksi ini.

Penyakit ini awalnya tidak akan menimbulkan gejala tertentu. Gejala baru timbul setelah 8-13 hari setelah teserang virus. Anda akan merasakan gejala seperti demam, kurang nafsu makan, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan muntah.

Gejala lain yang muncul bisa termasuk sakit tenggorokan, batuk, nyeri sendi, nyeri dada, nyeri testis, dan nyeri parotid (kelenjar ludah). Dalam kasus yang jarang terjadi, penyakit LCM bisa berkembang lebih jauh hingga menimbulkan peradangan pada sumsum tulang belakang.

Jika ini terjadi, akan muncul beberapa gejala seperti kelemahan otot, kelumpuhan, hinggga perubahan lainnya pada tubuh. Seorang wanita hamil yang mengalami penyakit LCM berisiko menularkan virus tersebut kepada janin di dalam kandungannya.

Bila infeksi terjadi selama trimester pertama kehamilan, berisiko mengancam nyawa janin. Sementara bila terjadi pada trimester kedua dan ketiga, berisiko menyebabkan cacat lahir pada bayi.

5.Rat bite fever (RBF)
RBF adalah penyakit yang disebabkan karena gigitan tikus. Gigitan tersebut dapat mengakibatkan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Spirillum minus atau Streptobacillus moniliformis. Ketika seseorang terserang RBF, maka akan muncul berbagai gejala yang tidak biasa.

Diantaranya berupa demam, muntah, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, hingga kadang sampai menimbulkan kemerahan pada kulit. Penyakit ini cukup banyak terjadi di wilayah Asia dan Amerika utara. Penyakit lewat tikus ini juga bisa ditularkan lewat makanan dan minuman yang sudah dimakan atau terkena air liur tikus.

Jika tidak diobati, RBF bisa menjadi penyakit yang serius atau bahkan fatal.

6.Leptospirosis
Leptospirosis adalah infeksi bakteri yang ditularkan oleh tikus ketika seseorang memiliki luka terbuka. Kemungkinan, infeksi terjadi saat luka terbuka yang belum sembuh tersebut bersentuhan atau terkena langsung dengan perantara, misalnya air atau tanah, yang sudah tercemar oleh urin hewan pengerat ini.

Meski menular dari tikus ke manusia, tapi bakteri penyebab leptospirosis tidak akan berpindah antar manusia. Sebenarnya tidak selalu dikarenakan luka terbuka. Tanpa sengaja menyentuh perantara yang telah terkontaminasi oleh urin hewan pengerat ini pun berpeluang menularkan bakteri leptospirosis.

Tidak boleh disepelekan. Pasalnya, penyakit ini bisa berkembang lebih parah menjadi meningitis (radang selaput otak), kerusakan ginjal, gangguan pernapasan, hingga kematian bila tidak segera ditangani

Perlu Layanan Pest Control Profesional di Bandung, Segera Hubungi Marketing Kami 08